Yoga dalam Agama Hindu

yoga-hinduisme-spl-studi-pengayaan-lapangan-ushuluddin-saa-kandangan

Kandangan– Senin (8/2), Sesi pertama Studi Pengayaan Lapangan (SPL) Kampus Kandangan dihadiri oleh 25 Mahasiswi Semester VI Program Studi Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Kampus 5 Kandangan.  Acara yang dilaksanakan secara virtual diaksanakan dengan penuh semangat dan antusias dimulai pada pukul 9.00 WIB dengan mengundang Drs. Murtaji, M.Pd.H. Selaku ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Cabang Kediri dan juga Dosen Agama Hindu di STIKES Karya Husada, Kediri dengan tajuk “Konsep Yoga dalam Agama Hindu” Acara ini dibawah bimbingan oleh Dosen Prodi SAA al-Ustadz Abdullah Muslich Rizal Maulana, M.A.

Bapak Murtaji, sebagai Dosen yang sudah mengajar semenjak tahun 1993 ini menjelaskan bahwa Yoga merupakan salah satu ritual Agama yang menjadi aktifitas meditasi dimana seseorang memusatkan pikiran untuk mengendalikan panca indra dan tubuhnya secara keseluruhan dengan tujuan untuk mencari penyatuaan dengan sang pencipta. Dengannya, ia menjadi alat untuk Kesehatan jasmani dan rohani.

Baca Juga Artikel tentang Hinduisme

Menurut penjelasan beliau, dapat dipahami bahwa Yoga dalam Agama Hindu terbagi menjadi 4 kelompok yaitu: 1. Karma Marga Yoga (melayani orang lain dengan mengesampingkan kepentingan diri sendiri), 2. Bhakti marga yoga (bhakti atau patuh kepada Tuhan), 3. Jnana marga Yoga (yang melalui ilmu pengetahuaan spiritual), dan 4. Raja Yoga (mistik) yang merupakan jalan kesempurnaan.

Dalam kesempatan ini, Bapak Murtaji yang juga merupakan seorang Pedande atau Pemuka Agama HIndu mengutip ayat mengenai ritual ini berdasarkan Bhagavad Gita Sloka 12 ayat 2 yaitu Sribhagawan uwaca : may awesya mano ye nam nitya-yukta upasate, sraddhaya parayopetas te me yuktatama matah. Ayat dengan bahasa Sansekerta ini berarti sebagai berikut: “Sri Bhagawan bersabda: Mereka yang memusatkan pikiran padaKu dengan menyembahKu dan senantiasa bersungguh-sungguh serta memiliki keyakinan yang sempurna, merekalah yang aku anggap paling sempurna dalam yoga.”

yoga-hinduisme-spl-studi-pengayaan-lapangan-ushuluddin-saa-kandangan-2

Lihat Juga Panca Yajnya dalam Hinduisme

Beliau juga menekankan bahwa Yoga tidak hanya dilaksanakan oleh pemeluk Hindu saja, melainkan seluruh umat beragama dapat melaksanakannya di kehidupan sehari-hari. Fenomena ini, menurut Agama Hindu merupakan simbol multikulturalisme dan dapat diterimanya ajaran Hinduisme bagi segenap manusia. Di akhir sesi, Bapak Murtaji memberi kita harapan besar untuk menjadi calon-calon pemimpin masa depan yang dapat mewujudkan keharmonisan alam. (Reporter: Khoffifa Assakhyyu Qorib Editor: Abdullah Muslich Rizal Maulana)